|

Pendaki Binaya Capai Atap Maluku

puncak binaya

puncak binaya

Catatan: M. Azis Tunny

Setelah menempuh perjalanan selama 12 hari, para pendaki Jejak Binaya Adventure akhirnya berhasil mencapai puncak Gunung Binaya di ketinggian 3.027 mdpl (meter dari permukaan laut). Medan berat berhasil dilalui hingga berada di titik tertinggi Maluku sekitar pukul 3 siang, Senin (12/12).

Pendakian mencapai puncak Binaya berjalan sesuai skenario Kelompok Pecinta Alam PPSWPA-KANAL Ambon, organisasi yang menyelenggarakan pendakian massal ini. Target waktu penyelenggara yakni 12 hari perjalanan, setelah memulai pendakian awal dari titik nol mdpl di desa Mosso di selatan Pulau Seram pada 1 Desember lalu.

Sebanyak 30 orang pendaki akhirnya mencapai puncak tertinggi Maluku yang juga menjadi salah satu The Seven Summit Indonesia ini. Bukan perkara mudah mereka mencapai “atap” Maluku di ketinggian 3.027 mdpl, sebab harus berhadapan dengan medan yang berat dan lama perjalanani.

Kepastian para pendaki berhasil mencapai puncak disampaikan Ketua Tim Jalur Utara, Budi Herman, melalui pesan pendek SMS, dengan memanfaatkan signal handphone yang bisa diperoleh di beberapa spot di daerah puncak. “Tim sudah berada di puncak bang, semua aman,” singkat Budi dalam SMS pertamanya.

Budi menjelaskan, kondisi medan yang berat ditambah dengan trak yang panjang, membuat beberapa pendaki mengalami drop medan karena kelelahan. Meskipun begitu, lanjut dia, seluruh pendaki saat ini dalam kondisi baik.

Dalam pendakian Jejak Binaya Adventure ini, sebanyak 24 orang pendaki melakukan pendakian dari titik nol mdpl di desa Moso di selatan Pulau Seram, 1 Desember lalu. Para pendaki bukan saja memikul beban logistik dan perlengkapan pendakian dengan berat diatas 25 kilogram di carrier (ransel besar) mereka, namun juga melakukan serangkaian kegiatan sosial di daerah pedalaman Seram seperti mendistribusikan obat-obatan ke Puskesmas Manusela, dan menyerahkan bantuan buku-buku pelajaran ke SD Kanikeh dan SD Maraina.

Selain itu, enam orang pendaki lainnya memulai pendakian dari jalur utara pada 5 Desember. Desa Hoaulu di utara Seram menjadi titik awal pendakian tim utara. Tim kedua ini bertugas membawa logistik cadangan, peralatan mounteneering untuk dipasang menuju puncak, juga membawa obat-obatan untuk pengobatan gratis di desa-desa pedalaman, dan bantuan buku-buku pelajaran ke SD Hoaulu dan SD Kanikeh.

Tanggal 8 Desember, kedua tim sesuai skenario bertemu di Kanikeh, desa paling dekat dengan puncak Binaya. Menurut Budi, setelah dua hari beristirahat di Kanikeh dan mengikuti ritual adat “makan siri pinang” yang merupakan aturan adat setempat bagi siapa saja yang akan ke puncak Binaya, baru pada tanggal 10 Desember pendakian dilanjutkan.

Saat itu rombongan pendaki terbagi menjadi dua tim. Kedua tim juga bermalam di dua lokasi berbeda. Tim pertama membuka camp di daerah Waesala, sedangkan tim kedua bermalam di Waehuhu. Tanggal 11 Desember, kedua rombongan bertemu di Waehuhu dan bermalam di lokasi camp terakhir menuju puncak.

Tanggal 12 Desember, perjalanan dari camp terakhir memasuki kawasan batas vegetasi. Setelah keluar dari kawasan lumut angin, jalur pendakian lansung menanjak dengan padang rumput dan tanaman perdu, kemudian memasuki daerah Pakis Binaya, tanaman endemik yang hanya bisa ditemukan di Binaya. Setelah itu, trek bebatuan kars yang mudah gugur langsung menyambut para pendaki sehingga butuh kehati-hatian, apalagi jurang dalam sangat menganga di bawah.

“Setelah melewati jalur menanjak cukup rawan, kami akhirnya berhasil mencapai puncak sekitar pukul 3 siang pada tanggal 12 Desember,” jelasnya.

Budi yang awalnya memimpin Tim Survey Jalur Jejak Binaya empat bulan lalu ini mengatakan, rencananya pada hari ini, Selasa 13 Desember, para pendaki akan menggelar upacara memperingati Hari Kesatuan Nasional di puncak Binaya, sekaligus membentangkan bendera merah-putih berukuran raksasa di “atap” Maluku.

Pendakian ini bukan saja melibatkan para pendaki gunung asal Maluku, namun melibatkan peserta Yogyakarta, Jakarta, dan dua pendaki asal Belanda. Komandan Rescue Basarnas Ambon Tengku Ahmad Yani juga langsung memimpin lima anggota Basarnas Ambon mengawal pendakian ini. (Penulis, Ketua Penyelenggara Jejak Binaya Adventure)

rental mobil ambon iklan300x50

Short URL: http://malukuonline.co.id/?p=926

Posted by on Dec 12 2011. Filed under artikel anda, berita terbaru, Highlights, lingkungan, maluku tengah, wisata. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
iklan300x50
iklan300x350 ----------------------------------- iklan300x350

Recently Commented