|

Emosi Maluku Saat Nonton Film Cahaya Dari Timur

CDT

Cahaya Dari Timur ditayangkan di seluruh jaringan Bioskop Indonesia Mulai 19 Juni 2014

Laporan Ronal Regang – Ambon

MALUKU ONLINE, 19 Juni 2014

Publik Ambon antusias menyambut pemutaran film Cahaya Dari Timur (CDT)/Beta Maluku. Anak-anak, kaum muda maupun orang tua memadati Studio 21 Plaza Ambon, Kamis (19/7). Banyak warga kecewa sebab tidak kebagian tiket pada hari pertama.

Antusias warga Ambon terlihat pada banyaknya pengunjung dan panjangnya antrian di depan loket penjualan tiket. Saking padatnya warga yang berebut membeli tiket, satu regu polisi terpaksa datang ke Studio 21 untuk membantu pengamanan.

Pihak Studio 21 yang mempunyai dua studio, hanya memutar film CDT di studio pada pukul 11.15 dan 15.15 WIT. Karena banyaknya peminat, Studio 21 akhirnya memutar film CDT di dua studio pada pukul 18.00 dan 20.00 WIT. Itupun masih banyak penonton yang tidak kebagian tiket hari pertama.

Pada pemutaran siang hari di Studio 2, euforia penonton terhadap film CDT sudah ditunjukkan sejak adegan pembuka. Sosok bintang utama Chico Jericho dengan aksen dan bahasa Tulehu membuat penonton langsung akrab. Lebih-lebih, para bintang sepakbola cilik dan remaja yang dilakoni pemain-pemain lokal, seluruhnya mampu berinteraksi dengan bintang-bintang tenar seperti Jajang C. Noer maupun Ridho Slank.

Sepanjang dua jam, emosi penonton naik-turun mengikuti konflik-konflik dalam film CDA. Tidak heran, penonton kerap tertawa pada adegan-adegan yang khas kampung Tulehu, tapi juga tegang pada beberapa adegan yang mencekam. Tapi penonton juga spontan bertepuk tangan ketika menyaksikan dialog-dialog yang mengungkapkan kerinduan dan harapan akan relasi harmoni Islam-Kristen di Maluku.

EMOSI PENONTON

Meskipun banyak adegan film mampu memancing tawa penonton, namun tidak sedikit adegan yang juga membuat penonton terharu dan menangis.

“Terus terang, saya menangis beberapa kali ,” kata Ny Latuconsina, istri Wakil Walikota Ambon Sam Latuconsina yang membawa anaknya datang menonton.

“Saya juga mencucurkan air mata,” ujar perempuan aktivis Dea Haurissa.

Penyair dan aktivis lingkungan Agus Salim Patty juga mengaku terbawa emosi saat menyaksikan adegan-adegan dalam film CDT. Pengorbanan Sanny Tawainella demi sepakbola adalah sebuah keharuan tersendiri.

Agus mengaku puncak keharuannya muncul saat menyaksikan adegan di ruang ganti. Dalam adegan itu, Sanny membangkitkan kembali motivasi para pesepakbola belia yang masih belum kompak akibat trauma konflik di Maluku.

“Semua pasti terharu dan mencucurkan air mata di sini,” ungkap Agus.

Mantan pesepakbola asal Tulehu Sofyan Lestaluhu juga mengaku mencucurkan air mata menyaksikan keseluruhan film ini.   Sofyan memang terlibat dalam film CDT. Dia memerankan kepala SMK Passo, yang seluruh siswanya beragama Kristen, namun mendatangkan pelatih sepakbola Sanny Tawainella, seorang Muslim dari Tulehu.

Para penonton mengaku puas menyakikan film CDT, bahkan ada beberapa penonton masih ingin menyaksikan lagi di hari berikut.

“Sangat recommended. Film ini penting untuk mengubah pola pikir supaya tidak ada lagi yang bisa bikin hancur Maluku. Film ini memberi banyak kenangan manis sebab banyak pengalaman pahit sudah kita rasakan,” papar Dea Haurissa. (Editor Rudi Fofid/rudifofid@gmail.com)

rental mobil ambon

iklan

Short URL: http://malukuonline.co.id/?p=5168

Posted by on Jun 19 2014. Filed under berita terbaru, budaya, pemuda. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
iklan300x50
iklan300x350 ----------------------------------- iklan300x350

Recently Commented