|

Melihat Ekspresi Seniman Muda Tulehu Di Street Art  

Anak-anak PAUD Melati Tulehu dalam pentas Street Art

Anak-anak PAUD Melati Tulehu dalam pentas Street Art

Laporan Rudi Fofid – Ambon
 
MALUKU ONLINE, 18 Agustus 2014

Negeri Tulehu di kaki Gunung Salahutu, Pulau Ambon, ternyata tak hanya dipenuhi seniman sepakbola.  Para muda di “Negeri Haturesi” itu ternyata punya seabrek talenta seni, yang mereka ekspresikan dalam ajang Street Art, Sabtu (17/8).

Para seniman muda menggelar pentas Street Art di beranda Plaza Tulehu.  Teras pintu depan plaza itu disulap secara kreatif menjadi panggung terbuka.  Ratusan penonton berjejal di jalan raya.  Ada yang menonton dari teras rumah sendiri, da nada anak-anak memanjat atap supaya bisa menyaksikan acara ini.

Pentas street art kali ini adalah penyelenggaraan yang ketiga, menggunakan konsep pentas seni jalanan, semacam TrotoArt yang digelar para seniman  muda di Plaza Ambon.  Street Art ke-3 ini digelar untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-69.  Tidak heran, tema-tema nasionalisme mendominasi hamper seluruh pementasan.

Street Art diawali dengan tayangan video berisi materi dokumentasi sejarah perjuangan bangsa.  Siswa SMA Negeri 1 Masohi Firda Amalia Basyir lantas mengawali pementasan dengan membawakan lagu Indonesia Jaya.

Sebanyak 15 anak dari PAUD Melati Tulehu, lantas naik ke atas pentas.  Mereka menjadi peragawan dan peragawati cilik yang mempertontonkan kebolehan bergaya di atas “catwalk” dalam balutan busana merah putih.

Para seniman muda Tulehu lantas silih berganti naik ke atas pentas membawakan lagu-lagu kebangsaan, puisi hingga pentas teater.   Misalnya,  duet Sulham dan Rian mempersembahkan lagu Kubahagia, Fira dan Akbar  menyanyikan Gebyar-Gebyar.
Pada segmen kedua, ada Amar dan Mr. Beatz  mempersembahkan Bangkit Berkreasi, Amalia dengan Ratu Sejagat, Ryan Nahumarury dengan We Will Not Go Down.  Ada pula pentas teater oleh kelompok teater Hijabers.

Pada segmen ketiga, ada persembahan dari Rully (Peasant Dance), Bosky ( Tuirehui),  Putra (Indonesia Pusaka),  Ari Nahumarury (Merah–Putih), Hijabers (Pemuda dan Perjuangan), serta  penampilan Stand Mop Comedy yang kocak.

Pada kesempatan ini, datang pula Maestro Dahoklory dari Ambon. Dengan biolanya, dia berkolaborasi dengan para seniman Tulehu.   Begitu juga IkanAsar Band dengan Christian Pattinama dan  Welson Pattinama mempersembahkan lagunya Ambon Manise dan Rhedemption Song.

Menurut Akbir Marasabessy, salah satu seniman di Tulehu, pentas Street Art akan terus berbenah.  Dengan begitu, kaum muda Tulehu bisa mengekspresikan bakat dan talenta kesenian.  Dengan begitu, Tulehu tak hanya dikenal sebagai negeri sepakbola.  Sebab bagaimanapun, dari negeri ini pernah muncul seniman dan budayawan seperti Eddy Lestaluhu, Noer Tawainella, Maryam Lestaluhu dan sebagainya. (Maluku Online)

 

rental mobil ambon

iklan

Short URL: http://malukuonline.co.id/?p=5591

Posted by on Aug 19 2014. Filed under berita terbaru, budaya, pemuda. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.
iklan300x50
iklan300x350 ----------------------------------- iklan300x350

Recently Commented