|

Setahun Lompatan LOLEBA Project Dari Kota Musik

1653967_476279682495422_2005686581_n

LOLEBA Project (foto loleba)

Catatan Maluku Online – Ambon

MALUKU ONLINE, 15 Agustus 20014

Sembilan orang muda bakudapa di Kota Musik, Ambon Manise.  Mereka bertukar gagasan dan saling menularkan spirit kesenian.  Kolaborasi pun terajut di bawah bendera LOLEBA Project.  Sekali bendera dikibarkan, mereka bagai melakukan semacam lompatan kuda yang menghentak dunia musik, bukan hanya  bagi Maluku, namun juga Indonesia dan dunia.

Monumen Gong Perdamaian Dunia di jantung kota Ambon menjadi penuh kenangan.  Di sinilah LOLEBA Project pertama kali mempertontonkan denyut musiknya, setahun lalu 14 Agustus 2013.  Pada pekan yang sama,  LOLEBA Project memperkenalkan musiknya di Maluku City Mall (MCM) dan Ambon City Center (ACC).

Penampilan di tiga panggung dalam waktu berdekatan membuat LOLEBA Project menjadi topik pembicaraan.  Bisa dimengerti sebab komposisi personil kelompok ini terbilang tangguh.  Mereka adalah pemain muda terbaik pada instrumennya.  Figgy Papilaya sebagai music director berdiri di depan keyboardCarlo Labobar memetik gitar sedangkan Delon Imlabla membetot bass, Celo Quezon menabuh drum; Roy Matahelumual meniup alto saxohone, sedangkan Ronny Alfons meniup flute dan sopran saxophone.

LOLEBA Project mengandalkan duet vokalis Siera Latupeirissa dan Grace Huwae.  Ada pula Hayaka Nendissa sebagai rapper. Enam musisi mengiring trio vokalis dan rapper ini membuat LOLEBA Project mampu menyuguhkan musik meriah nan menyentuh, di bawah manajer Marvin Laurens.

Tak sampai sebulan sejak performa perdana di Gong Perdamaian Dunia, LOLEBA Project meluncurkan single pertama, Nusaniwe (Bing Leiwakabessy dan rekan) dalam bentuk video clip di jejaring YouTube dan dalam hari itu juga meraup sekitar 5000 penonton online.  LOLEBA Project baru membawakannya secara live di ujung konser Molucca Bamboowind Orchestra (MBO), saat hari jadi Kota Ambon; 7 September 2013.

Sukses meluncurkan Nusaniwe, LOLEBA Project melanjutkannya dengan Ole Sio (Dontji Voor Mama) pada  1 Oktober 2013 yang juga mendapat sambutan hangat penggemarnya di jejaring YouTube hingga tercatat ribuan viewers dan pengunggah lagu tersebut.   Dari single pertama dan kedua yang mendapat respon positif, muncullah keinginan memproduksi album perdana.

Grace Huwae, Hayaka Nendissa dan Michael Mailuhu, trio vokalis dan rapper

Grace Huwae, Hayaka Nendissa dan Michael Mailuhu, trio vokalis dan rapper (foto loleba)

 KOMPOSISI BARU

Di tengah jalan, menjelang pembuatan album perdana bertajuk #CintaAmbonLOLEBA Project berganti komposisi musisi.  Musisi jazz Rhiofaldo Titaley yang awalnya hanya sebagai additional musician bergabung memperkuat posisi keyboard.  Sedangkan Michael Mailuhu  masuk menggantikan vokalis Siera Latupeirissa.  Meskipun Roy Metehelumual mundur, namun jumlah personil Loleba Project tetap sembilan orang.

Komposisi Figgy, Rhiofaldo, Carlo, Delon, Celo, Ronny, Michael, Grace dan Hayaka lantas masuk dapur rekaman.  Mereka menggarap 10 lagu lawas populer daerah Maluku.  Sebanyak kurang lebih 3.000 keping CD album LOLEBA Project bertajuk #CintaAmbon pun terjual cepat.

Peluncuran album berlangsung megah di tengah Konser LOLEBA Project bertajuk sama dengan title album mereka #CintaAmbon di Lapangan Merdeka Ambon, 14 Februari 2013.   LOLEBA Project tampil maksimal dengan kolaborasi bersama Hotumese Choir, Children Generation Choir dan Amanisal Dancer.  Bersamaan dengan konser ini, LOLEBA Project dan Pemkot Ambon mengumpulkan dana untuk korban letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Ini adalah salah satu rekor di dunia Musik Maluku dimana ada Band Lokal dengan materi lokal membuat konser tunggal selama hampir 3 jam tanpa ada bintang tamu pendukung untuk mendongkrak nama mereka.

Rhiofaldo Titaley, musisi jazz yang perkuat LOLEBA Project

Rhiofaldo Titaley, musisi jazz yang perkuat LOLEBA Project (foto loleba)

KIPRAH PRIBADI

Selain memproduksi album #CintaAmbon, LOLEBA Production juga menelurkan single untuk Willy Waas. Willy membawakan Beta Berlayar Jauh yang juga mendapat respon postif di media digital download.  Lagu tersebut didengar dan diunggah ribuan orang. Memang,  Willy bukan personil LOLEBA Project namun ada benang merahnya sebab musiknya juga dari LOLEBA Project.

Kualitas musik bagus yang disuguhkan LOLEBA Project membuat personilnya makin bersinar di jalur masing-masing.  Sebut saja Figgy Papilaya yang digandeng Glenn Fredly ikut menggarap salah satu theme song dan orginal soundtrack film layar lebar Cahaya Dari Timur: Beta Maluku.  Di sini Figgy terlibat bersama musisi senior seumpama Georgie Leiwakabessy, serta puluhan biduan Ambon di ibukota Jakarta.

Masih di film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Hayaka Nendissa yang aslinya dari Molukka Hiphop Community (MHC) tak hanya mengisi film ini dengan lagu Puritan bersama Morika Tetelepta.  Hayaka juga terlibat sebagai aktor pendatang baru sekaligus pemeran pembantu utama yang memerankan tokoh antagonis Rafi, dalam film yang disutradarai Angga Sasongko dan dibintangi Chico Jerikho itu.

Satu-satunya nona Ambon di LOLEBA Project; Grace Huwae, juga tidak meninggalkan begitu saja kelompok asalnya yakni Sanggar Teater Lawamena.  Bersama kelompoknya, Grace tetap bisa terpilih dan mendapatkan peran penting mewakili Maluku dalam Pentas Teater Tradisional di ibukota Jakarta.

Personil LOLEBA Project juga mengukir prestasi manis di level internasional. Carlo Labobar, Ronny Alfons dan Delon Imlabla berkolaborasi dengan paduan suara Amadeus Choir dari Universitas Pattimura.  Kolaborasi ini dinobatkan sebagai juara pertama dalam Asian Olympic Choir di Manado, Sulawesi Utara.

Michael Mailuhu pun sementara mempersiapkan diri untuk terjun bersama dalam sebuah kompetisi paduan suara nanti di Jakarta sementara Rhiofaldo Titaley aktif menggairahkan musik jazz di Ambon. Tidak ketinggalan Celo Quezon yang bersama-sama rekan-rekan nya sementara mempersiapkan sebuah event besar di kota Ambon.

“Dalam setahun ini, masing-masing personil memang punya kesibukan pribadi, aktif di grup masing-masing, dan mengukir prestasi membanggakan” kata Figgy Papilaya.

 TAHUN KEDUA

Pada 14 Agustus 2014, LOLEBA Project berusia setahun.  Tak ada pesta ulang tahun meriah, kecuali ungkapan syukur atas berkah talenta bermusik, dan kesempatan mengekspresikan musik bagus.  Personilnya saling menyampaikan selamat hari jadi.

“Bersyukur bahwa kami masih tetap dalam motivasi awal sebagai kumpulan musisi yang membangun kota musik dengan musik bagus dan ilmiah berdasarkan hati,” kata Figgy.

Memasuki tahun kedua, LOLEBA Project juga berganti manager. Sebelumnya ditangani  manager Marvin Laurens, kini LOLEBA Project diurus Opa Rudi Fofid, seorang jurnalis dan penyair.  Carlo dan kawan-kawan mengaku membutuhkan seorang manager sekaligus sahabat dan orang tua untuk mereka yang masih muda.

Pada tahun kedua, LOLEBA Project berencana melakukan lompatan-lompatan berikut, melanjutkan kiprah berkesan di tahun pertama.

Rencana paling dekat adalah konser Molucca Bamboowind Orchestra (MBO), 27 September 2014. Dalam konser tahunan itu musisi Rence Alfons dan teman-teman MBO akan tampil dengan featuring LOLEBA Project pada dua lagu.  Aransemen musik dikerjakan Figgy.

Setelah konser MBO, LOLEBA Project juga akan merilis single terbaru yang sedianya akan dikeluarkan pada awal Oktober 2014 yang akan datang.  Tahap persiapan rekaman dan pemilihan materi sementara dilakukan oleh seluruh personil. Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, materi single terbaru LOLEBA Project ini diaransemen secara bersama oleh seluruh personil.

“Beta yakin single ini akan menjadi musik bagus dari Ambon,” ujar Figgy optimis.

“Ini single picaaaa!” sebuah optimisme yang sama dari Michael Mailuhu.

LOLEBA Project punya beberapa rencana besar, yang akan direalisasikan di tahun depan.  Salah satunya adalah rencana tour ke beberapa kota di Pulau Jawa, di bawah tajuk LOLEBA Project Java Tour. 

LOLEBA Project terus berbenah.  Selain menggarap musik dan membuat rencana-rencana ke depan,  mereka juga membangun komunikasi dan relasi dengan penggemarnya.  Selain melalui media massa, LOLEBA Project juga menggunakan media fanpage LOLEBA Project di facebook (www.facebook.com/lolebamusic) dan akun twitter @lolebamusic.

Bagaimana kiprah LOLEBA Project pada tahun kedua?  Nantikan saja lompatan-lompatannya yang menghentak.  Semoga LOLEBA Project dan para muda Ambon semakin meneguhkan Ambon sebagai Kota Musik.

(Maluku Online)

BERITA TERKAIT

Getaran LOLEBA Project Di Kota Music Yang Paceklik http://malukuonline.co.id/2013/10/getaran-loleba-project-di-kota-musik-yang-paceklik/

Pesona LOLEBA, Pesona Musik Maluku http://malukuonline.co.id/2014/02/pesona-loleba-pesona-musik-maluku/

Malam Ini LOLEBA Project Di Ambon Music Showcase http://malukuonline.co.id/2013/10/malam-ini-loleba-project-di-ambon-music-showcase/  

rental mobil ambon

iklan

Short URL: http://malukuonline.co.id/?p=5542

Posted by on Aug 15 2014. Filed under artikeL, berita terbaru, budaya, musik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
iklan300x50
iklan300x350 ----------------------------------- iklan300x350

Recently Commented