|

Dansa: Antara Budaya, Gaya Hidup Dan Profesi

Neil Abaroea di lantai dansa (foto koleksi neilabaroea.com)

Neil Abaroea di lantai dansa (foto koleksi neilabaroea.com)

Catatan: Neil Abaroea – Jakarta

PENGANTAR MALUKU ONLINE:
Neil Abaroea (baca abaruwa) adalah sebuah nama penting di Indonesia dalam kancah seni tari khususnya salsa dan tango. Jalan hidupnya unik dan inspiratif terutama keberanian membuat keputusan pada momentum tepat. Dia bagai melintasi pagar api, menyeberang dari dunia manajemen perikanan ke manajemen rumah sakit, tapi hidupnya total dari seni berdansa. Atas permintaan Maluku Online, Neil menulis pikiran, pandangan dan pengalaman sebagai sebuah testimoni pribadi, semoga menginspirasi orang-orang muda. (Redaksi)  

“… hee rame-rame, mari katong badansa rame-rame, Hee… rame-rame, badansa goyang badan manise e ….”

Setiap kali mendengar lagu Rame-Rame ciptaan Bung George Leiwakabessy, beta jamin, kaki tidak bisa diam. Istilah di Ambon, kaki gatal. Lagu ini adalah satu dari sekian banyak lagu Ambon/Maluku yang berkisah tentang dansa.

Dansa yang dimaksudkan di sini adalah kegiatan yang membutuhkan pasangan dan pasangan lainnya sebagai penyemarak atau yang dilakukan pasangan pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi musik.

Komunitas dansa secara garis besar terbagi menjadi dua kelompok: pedansa sosial dan pedansa kompetisi. Tulisan ini adalah tentang dansa yang umumnya di Ambon/ Maluku yang termasuk kategori dansa sosial. Dansa sosial belum tentu mengikuti aturan-aturan atau teknik-teknik yang dibakukan dalam dansa kompetisi. Pasangan yang kita lihat di TV dan berdansa dalam sebuah kejuaraan biasanya memiliki aturan dan teknik yang ditarikan di seluruh dunia berdasarkan silabus ketat, yang berawal dari kompetisi dansa Eropa pada awal tahun 1900-an.

Dansa masuk ke Indonesia pada zaman penjajahan dibawa oleh Bangsa Belanda dalam kepentingan politik, namun setelah Indonesia merdeka, dansa mulai hilang. Walaupun begitu, dansa tetap ada di beberapa daerah seperti Ambon/Maluku. Dansa masih tetap eksis di Ambon/ Maluku karena sudah dianggap merupakan budaya.

Berdansa saat resepsi pesta pernikahan atau dalam acara malam dana atau dalam acara inagurasi mahasiswa baru dan lain lain, adalah hal biasa di Ambon / Maluku. Sebaliknya kalau tidak ada pesta dansa malah dianggap aneh. Walaupun dansanya masih terbatas pada social dance dan hanya beberapa jenis dansa seperti polanaise, katreji (traditional dance), waltz (ballroom dance), Cha cha, jive ( Latin dance), dansa krep/ blues, juga line dance. Line dance adalah tarian koreografi yang langkah dan gerakannya dilakukan secara bersamaan dan berulang, sesuai irama dan ketukan lagu. Dansa tanpa pasangan ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang seperti poco-poco, sajojo dll.

Hal lain yang mendukung dan memelihara dansa tetap ada adalah lagu dan musik. Banyak sekali lagu dan musik yang diciptakan oleh seniman-seniman Ambon/ Maluku yang isinya menceritakan tentang dansa atau pesta dansa (seperti lagu: Rame-Rame di atas) dan dapat dipakai untuk berdansa. Juga bukan hanya lagu- lagu tersebut, lagu-lagu lain pun, yang tidak menceritakan tentang dansa tetapi bisa dipakai untuk berdansa karena iramanya merupakan irama dansa atau dimainkan dalam irama dansa.

Benarlah dansa sudah menjadi budaya di Ambon/ Maluku dan hampir semua lapisan masyarakat bisa berdansa, tetapi jangan lupa! Masih banyak yang harus dilakukan, tidak sekadar melakukan sebagai suatu kebiasaan.

Contoh sederhana, lihatlah di Hongkong dan Cina. Belajar dansa sejak dini memang dilakukan anak-anak di Hongkong. Pada usia lima tahun mereka sudah diperkenalkan berbagai jenis dansa. Dasar pemikirannya adalah demi kesehatan serta memupuk rasa percaya diri untuk tampil di depan publik. Hebatnya lagi, dansa sudah menjadi salah satu syarat melanjutkan studi di beberapa sekolah favorit. Selain itu pelajaran dansa merupakan salah satu pilihan ekstra kurikuler di sekolah dasar dan menengah di Hongkong.

Artinya, budaya dansa akan hidup dan berkembang di Ambon/ Maluku manakala masyarakat berpartisipasi dalam memelihara, mengembangkan, melakukan secara aktif, dan mengapresiasinya.

“Mau berdansa deng beta?”

Begitu kira kira pertanyaan sekaligus ajakan oleh Richard Madden ( Pangeran) kepada Lily James (Cinderella). Adegan dansa dalam film Cinderella 2015 menunjukkan gambaran kekuatan dansa yang terletak pada fungsi sosialnya. Dansa membuat orang berbaur, laki-laki maupun perempuan, dari latar belakang apa pun. Semua bisa bergembira bersama. Kekuatan berdansa telah mengubah dan membuat orang berbahagia.

Sebagai tarian pergaulan, dansa  di Indonesia kini telah mengalami perkembangan khususnya pada peminatnya. Dansa pada awalnya berasal dari Eropa dan Amerika  Akan tetapi kini telah berkembang menjadi tarian pergaulan internasional. Peminatnya pun dari berbagai kalangan baik tua maupun muda, serta dari berbagai kelompok sosial tanpa membedakan latar belakang suku bangsa. Dansa telah menjadi salah satu gaya hidup.

Lewat program-program tentang dansa baik di media cetak dan elektronik turut membantu mempopulerkan dansa sebagai sesuatu kebutuhan dan gaya hidup. Dansa-dansi masih dominan sebagai alat pergaulan, gaya hidup, juga untuk menunjukkan kelas sosial seseorang. Dansa sudah menjadi tren setiap aktivitas masyarakat di kota besar terlebih Jakarta.

Mereka sekarang memenuhi kafe, club house, atau hotel yang menyediakan tempat untuk berdansa. Di tempat-tempat itu, para clubber bersosialisasi dengan berdansa bersama.

“Dansa itu perlu untuk pergaulan dan hidup itu perlu dinikmati,” begitu kata kebanyakan orang.

Info dari seorang pelayan Aruba Resto, di kawasan Blok M Jakarta bahwa setiap weekend, para pencinta dansa memang berkumpul di situ. Menurutnya, minat sosialita ibukota untuk berdansa semakin lama semakin tinggi. Terbukti, setiap pekan pengunjung di Millenium selalu saja bertambah.

Mayorina (64), misalnya, sudah menjadikan dance sebagai bagian dari aktivitas keseharian. Setidaknya harus melantai sebanyak dua hingga tiga kali seminggu.

“Sekali berdansa, saya bisa menghabiskan waktu dua hingga tiga jam. Hal lain karena saya mencari kegiatan yang berhubungan dengan musik, sekaligus bisa menyehatkan,” ujarnya.

“Lewat dansa, saya seperti mendapatkan penyaluran akan hasrat bermusik saya yang tinggi melalui gerakan,” ujar Joseph (32) yang hanya belajar dansa salsa melalui you tube: neil abaroea.

Alan (40) , menyebut dansa sebagai pelengkap hidupnya. Sesibuk apa pun, selalu menyempatkan diri datang ke class salsa dan tango di kawasan Senayan setiap hari Sabtu, dansa adalah sebagai pelengkap hidupnya.

Pada tahun 1991, dansa mulai muncul kembali dengan adanya program Dansa Yok Dansa di TVRI dan semakin berkembang dengan munculnya program program dari TV swasta dan bukan lagi sebagai kepentingan politik seperti saat jaman Belanda, melainkan sebagai sarana hiburan dan gaya hidup.

“… tapi beta mau bilang apa? Sakarang baru beta rasa….susah e e e. Amper beta kalalerang..hidop seng pung sakepeng…sampe kurus karempeng…”

Syair lagu Amper Kalalerang gubahan Semmy Toisuta itu benar sekali. Hidup di Jakarta memang keras, walau tidak menutup kemungkinan bagi para pendatang seperti beta untuk bisa langsung beradaptasi dengan baik. Diperlukan niat baik, mental kuat dan kesabaran meniti hidup di ibukota Jakarta.

Orang melakukan perubahan dalam hidup itu karena dua alasan. Pertama, dari kejadian yang dialami. Katong belajar sesuatu yang membuat katong mau. Kedua, kejadian itu cukup menyakitkan yang mendorong katong harus berubah.

Itu salah satu alasan beta banting setir kerja dengan mengabaikan latar belakang pendidikan ( S1 Manajemen Perikanan Unpatti). Terkadang ada yang mengatakan: “Seng sayang, su kuliah tinggi-tinggi sampai S2 (Hospitality Management, Universitas Trisakti Jakarta) tapi kerja hanya dansa?”

Jawaban beta sederhana saja:  “Yang pasti pendidikan apa pun itu tidak pernah sia-sia. Pendidikan itu modal untuk masa depan. Sebab ilmu yang didapatkan saat kuliah, bukan hanya soal akademik bidang ilmu, tetapi soal pola pikir dan belajar berpikir logis dan perspektif.

Katong dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, mengungkapkan argumen, melakukan analisis terhadap suatu permasalahan. Semua skill ini diperlukan saat bekerja di manapun. Jadi, seng masalah kerja dengan bidang pendikan yang berbeda. Intinya adalah apapun pekerjaan katong nanti, lakukan yang terbaik, maka kesuksesan akan datang”.

Berbekal perasaan dan percaya diri bahwa dansa itu merupakan budaya katong orang Maluku, tahun 2001 beta mencoba kerja di Salsa Club Jakarta. Ternyata tidak semudah itu masuk dan bekerja di club dansa. Harus melewati seleksi cukup ketat, mulai dari Bahasa Inggris sampai psiko test. Saat itu ada 60 orang pelamar dari seluruh Indonesia. Beta termasuk beruntung karena lolos 10 besar dan diseleksi lagi. Akhirnya hanya dua orang diterima. Satu perempuan yakni Lea dari Surabaya (sekarang dancer Agnes Monica) dan seorang pria yakni beta dari Ambon.

Sejak bekerja di Salsa Club Jakarta, pengetahuan tentang dansa berubah 360 derajat. Dansa yang biasa di Ambon hanya sebagai budaya atau gaya hidup ternyata bisa jadi profesi di Jakarta. Wawasan tentang dansa itu lebih berkembang dan akhirnya beta menyadari bahwa pengetahuan katong tentang dansa masih jauh sekali.

Dengan kepercayaan diri semakin tinggi, beta akhirnya memutuskan menekuni dansa secara profesional. Kemudian mendalami dansa di Singapore, Hongkong, Belanda, Jerman, Prancis, Australia dan menjadi salah satu dari sedikit instruktur dansa Indonesia sebagai dance master dengan spesialis salsa dan Argentina Tango.

Tentu saja hal ini juga membawa imbas positif pada kemampuan menari. Selain sering mengajar dansa di kelas-kelas dansa profesional yang tersebar di banyak tempat/ club di Jakarta serta mengajar privat, beta juga membuat DVD video pelajaran/ guide cross body lead 2007 ( you tube : neil abaroea), juga menulis artikel tentang dansa, membuat e- book untuk salsa dan tango (www.neil-abaroea.com).

Berikut ini ada dua testimoni yang beta kutip dari majalah Pakubuwono Residence:

Princess ( Eaglewood):

I feel more relaxed, more sexy , most important especially for heart health; Neil (Salsa Tango Jakarta) ,very professional , very clear in teaching.

Melani (Sandalwood):

Feel my body healthy, vibrant perform daily activities, brain work better, more emotion stable; more sexier in body proporsi, more confidence . Neil  is the best teacher ,master the technique properly. Teaching with heart and passion, so I feel like i’m a proffesional dancer with a lovely feeling..

Dansa membuka jalan beta ke dunia lain, mengenal banyak orang dari berbagai tingkat sosial, dari orang biasa, artis, pengusaha, sampai pejabat negara. Beta bisa jalan-jalan keliling dunia, masuk menjadi berita di media cetak; Cosmopolitan (2004), Male Emporium (2005), Kompas (2007), Cosmopolitan (2009), Suara Maluku (2010), Weddingku (2010), Healthy Life ( 2010) dan media elektronik seperti: model iklan pendukung Kratingdaeng ( 2003), koreografer iklan Wafer Tango” – Bunga Citra Lestari ( 2008) Life Style Metropolitan ( TVRI), partner Vena Melinda – Sang Bintang (RCTI) : Jam Malam ( trans 7) : MITOS (Indosiar): Latin Nite (Metro TV), Indonesia Morning (NET TV/ 2014) : Sapa Indonesia Pagi ( Kompas TV/ 2015) bahkan sempat ditawarin main film Arisan ( 2003) dan juga ditawarin sinetron Saya Terima Nikahnya bareng Ray Sahetapy (NET TV/ 2015) , tetapi karena aktivitas yang cukup padat sehingga belum bisa join dengan program tersebut.

Asyik, kan? Dengan dansa, beta bisa melakukan banyak hal, bisa sukses dan bisa membagi kesuksesan itu untuk sesama. Jadi, kalau mau bahagia dan sehat, ayo mari katong ba dansa.

Ale harus membuat pilihan untuk mengambil kesempatan atau hidup ale seng akan pernah berubah. Buatlah pilihan yang tepat, rebut kesempatan dan ubahlah hidup ale dari baik menjadi luar biasa. (Maluku Online)

rental mobil ambon

iklan

Short URL: http://malukuonline.co.id/?p=6247

Posted by on Apr 8 2015. Filed under artikeL, berita terbaru, budaya. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
iklan300x50
iklan300x350 ----------------------------------- iklan300x350

Recently Commented