|

Tunjangan Kemahalan Di Maluku Tidak Menyelesaikan Persoalan Kenaikan Harga-Harga Pangan

 

Oleh: Julius R. Latumaerissa

Pernyataan Senator asal Maluku Nono Sampuno di Ambon, tanggal 29 Mei 2015 yang dilansir MalukuPost.com tentang Tunjangan Kemahalan untuk Maluku, cukup bagus dan menarik perhatian saya. Dari statement itu saya dapat memahami latar belakang pikir sang Senator yaitu keprihatinan beliau terhadap tingkat kemahalan kebutuhan pokok masyarakat di Maluku, dan atas dasar itu beliau bermaksud menggagas usulan pemberian tunjangan kemahalan bagi Maluku sebagaimana yang diperoleh Papua dan Aceh.

Saya melalui tulisan ini ingin memberikan sedikit pemikiran dari sudut pandang yang agak berbeda dengan Senator. Menurut saya kemahalan kebutuhan pokok masyarakat di Maluku, tidak dapat di atasi hanya dengan menaikan tunjangan kemahalan kepada TNI/POLRI, dan PNS semata sebagai akibat ketidak seimbangan pendapatan dengan harga barang kebutuhan pokok di Maluku, karena sifatnya sementara dan tidak menyelesaikan akar permasalahan sesungguhnya, karena persoalan tingginya harga-harga kebutuhan pokok di Maluku bukan saja diarasakan oleh TNI/POLRI dan PNS tetapi masyarakat secara keseluruhan ikut menangung beban ekonomi ini. Pada point ini saya ingin memberikan kajian dengan sudut pandang yang berbeda dengan melihat akar persoalan yang sesungguhnya.

 

MENGAPA HARGA KEBUTUHAN POKOK DI MALUKU TINGGI.

Kajian saya diawali dengan satu pertanyaan utama MENGAPA HARGA TINGGI. Kenaikan harga kebutuhan pokok di Maluku adalah AKIBAT dan bukan SEBAB. Kenaikan harga merupakan akibat dari suatu sebab yang lain dan sebab ini adalah akar permasalahannya. Kita ketahui bahwa harga terbentuk di pasar sebagai akibat dari tarik-menarik kekuatan pembeli/konsumen dengan kekuatan penjual/produsen. Kedua kekuatan ini dalam mekanisme harga di pasar saling berpengaruh satu dengan yang lain. Pembeli/konsumen membutuhkan barang untuk memenuhi kebutuhannya dengan tujuan mendapatkan kepuasan dari kegiatan konsumsi yang dilakukannya dan penjual/produsen menyediakan semua kebutuhan itu dengan tujuan mendapatkan laba atau keuntungan dari usaha dagangnya

Dari pemikiran dasar di atas saya mau katakan bahwa kemahalan kebutuhan pokok masyarakat di Maluku, tidak semata-mata dikarenakan rendahnya pendapatan nominal masyarakat tetapi lebih ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan kebutuhuan pokok itu sendiri di Maluku, artinya rendahnya pasokan dan persediaan bahan pangan di Maluku adalah faktor penyebab tingginya harga-harga bahan kebutuhan pokok di Maluku. Karena itu masalah ini yang seharusnya menjadi pemikiran semua stakeholders pembangunan di Maluku, apakah itu Pemprov Maluku, Pemkab dan Pemkot atau pun anggota DPR, DPD dan DPRD di Maluku beserta jajaran yang dibawahnya.

Harus di akui bahwa selama ini produksi kebutuhan pokok masyarakat di Maluku, seperti beras, gula, minyak goreng, garam, sayur-mayur, ikan segar, telur, daging sapi, daging ayam, cabe, bawang, dan lain sebaginya belum mampu meng-cover/memenuhi kebutuhan pasar di Maluku, untuk itu maka selama ini juga sebagian besar kebutuhan pokok tersebut di impor dari daerah lain seperti Makasar. Manado, dan Surabaya. Tugas pemerintah daerah adalah mengatasi kedua masalah yang saya sebutkan di atas yaitu kapasitas produksi pangan di Maluku dan kegiatan impor bahan pangan dari luar Maluku

 

BAGAIMANA MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI DI MALUKU

Untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kontinyutas produksi pangan di Maluku maka Pemprov Maluku melalui SKPD Pertanian adalah pihak yang sangat bertanggung jawab atas kondisi ini. Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok di Maluku apalagi menjelang hari-hari besar keagamaan bukanlah suatu fenomena yang baru, tetapi sudah lama dan terus berulang-ulang terjadi namun belum ada solusi konkrit dari pemerintah. Saya menilai bahwa persoalan ini dapat diatasi apabila pembangunan pertanian terutama pangan, perikanan dan peternakan benar-benar ditangani secara serius, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan. Program-program pengembangan pertanian harus semakin ditingkatkan dengan menggunakan teknologi pertanian yang semakin maju, sehingga mulai dari proses pembibitan, penanaman, sampai dengan masa panen dan pasca panen sudah harus direncanakan secara sistimatis dan terkoordinasi dengan baik. Maluku memiliki banyak lahan pertanian yang cukup luas dan masih kosong. Pemanfaatan lahan-lahan pertanian yang masih kososng ini dan menggerakan kesadaran petani maka saya percaya bahwa produksi pertanian bahan pangan di Maluku akan semakin baik dan kontinyu sehingga mampu memenuhi pasokan barang di pasar Maluku.

Pertama, Sebagai iluistrasi konsumsi beras masyarakat Maluku belum di cover seluruhnya dengan produksi beras di Maluku, dan untuk itu maka pemerintah perlu menggalakan peningkatan dan pengelolaaan tanaman pangan lokal seperti Sagu, jagung, singkong dan ubia-ubian, kacang-kacangan di seluruh wilayah Maluku atau paling tidak disetiap wilayah yang secara alami sudah memiliki pangan lokal sehingga terjadi perdagangan silang antar wilayah. Kedua untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk satur-sayuran, buah-buahan dan lainnya, pemerintah juga perlu mengembangkan pertanian jenis ini di pedesaan secara terencana dan tetap dalam pembinaan dinas pertanian. Gerakan penanaman cabe, bawang sayur-sayuran perlu di lakukan dan dibentuk melalui pola tanam dan pola panen silang sehingga kontinuitas produksi terjamin dan pasokan ke pasar Maluku terjaga sehingga apabila permintaan masyarakat naik atau bertambah, maka harga tetap satbil dan tidak terdorong untuk naik sevagai akibat kelangkaan persediaan atau pasokan barang di pasar. Hal ini yang dilakukan oleh pemprov Jawa Timur dengan menjadikan Kota Malang. Kabupaten Pasurua, Kabupaten Malang dan Kota Batu sebagai wilayah produksi pangan di Jawa Timur khususnya Surabaya.

Ttunjangan kemahalan1

sumber: Julius R. Latumaerissa

Agar petani menjadi semakin bergairah dan hidup lebih layak maka pemerintah selain memperhatikan proses pembangunan dan pengembangan pertanian pangan rakyat, tetapi variable pendukung lainnya harus tetap diperhatikan, seperti pendampingan melalui penyuluh pertanian yang mengabdi demi petani di desa, juga pengembangan koperasi sebagai wadah pemberdayaan masayrakay tani, saluran dan jaringan distribusi hasil-hasil pertanian, serta dukungan infrastrktur darat dan laut guna memperlancar arus distribusi hasil pertanian tersebut. Demikian juga persoalan konsumsi daging pemerintah perlu meningkatkan petrnakan ayam potong dan juga peternakan sapi melalui keterlibatan masyarakat desa dalam wadah koperasi tani dan kelompok usaha tani dibawah koordinasi lembaga pemerintah terkait. Ini akan mampu mengatasi berbagai persoalan ketersediaan kebutuhan pangan pokok masyarakat di pasar Maluku. Untuk menjelaskan uraian di atas maka dapat di lihat pada gambar-1 dan gambar-2.

 

Gambar-1 saya gunakan sebagai sebuah ilustrasi dimana masyarakat Maluku secara normal hidup pada tingkat harga kebutuhan Rp. 5000 dengan jumlah kebutuhan pokok yang di konsumsi sebesar 100 unit, sehingga harga keseimbangan atau yang disepakati dan terjangkau oleh masyarakat Maluku adalah di titik-E (equilibrium). Apabila menghadapi hari-hari besar keagamaan yang menyebabkan masyarakat membutuhkan pasokan barang yang lebih banyak katakanlah 250 unit berarti ada penambahan jumlah barang sebesar 150 unit di pasar Maluku. Jika penambahan 150 unit untuk memenuhi kebutuhan 250 unit ini tidak terjadi karena tidak ada pasokan/tambahan di pasar maka akan mendorong harga di pasar naik dari Rp. 5000 menjadi Rp.7500. Itu berarti kemampuan masyarakat Maluku untuk memperoleh barang yang dibutuhkan semakin kecil atau dengan bahasa lain pendapatan riil masyarakat Maluku turun sebagai akibat naiknya harga barang (mahal).

Secara grafik dapat dilihat dari pergeseran kurva permintaan/konsumsi masyarakat Maluku kurva DD menjadi D1D1, sehingga titik keseimbangan juga akan bergeser dari titik-E menjadi titik E1. Hal ini terjadi karena kurva penawaran/pasokan barang tidak terjadi di pasaran sehingga terjadi jurang/cela/gap antara kebutuhan masyarakat Maluku atas barang dengan ketersediaan/pasokan barang di pasar, atau dalam pengertian lain konsumsi masyarakat Maluku lebih besar dari ketersediaan barang yang ada di pasar Maluku. Pada sisi yang lain jika terjadi kenaikan konsumsi masyarakat Maluku menjelang hari-hari besar keagamaan dan di dukung dengan pasokan barang di pasar dalam jumlah yang cukup atau lebih maka dipastikan bahwa harga tidak akan naik, dan kebutuhan masyarakat akan terpenuhi. Kalau ada kenaikan maka saya katakana kenaikan itu bersifat semntara dan akan kembali normal, tetapi persediaan barang selalu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat dan hal ini dapat dilihat dalam Gambar-2

sumber: Julius R. Latumaerissa

sumber: Julius R. Latumaerissa

Pada gambar-2 dapat dilihat jelas bahwa apabila terjadi kenaikan konsumsi masyarakat Maluku terhadap bahan pangan yang ditandai dengan pergeseran kurva konsumsi DD menjadi D1D1 dan di ikuti dengan bertambahnya pasokan barang di pasar oleh penjual atau produsen, karena kapasitas produksi berjalan secara baik dan normal maka harga barang tetap pada Rp.5000 tetapi jumlah barang yang dibutuhkan masyarakat tersedia dalam jumlah yang banyak yaitu 400 unit lebih besar dari kebutuhan awal 250 unit (lihat Gambar-1). Hal ini di tandai dengan bergesernya kurva penawaran atau kurva produsen dari SS menjadi S1S1 sehingga titik harga keseimbangan juga bergeser dari titik-E menjadi titik E1.

 

Hal lain yang bisa dikatakan di sini bahwa dengan persediaan barang di pasar 400 dapat menyebabkan harga turun dibawah Rp.5000 mengapa demikian karena di pasar terdapat banyak penjual, sehingga jika ada satu penjual menurunkan harga maka penjual yang lain akan ikut menurunkan harga sebab kalu tidak di ikuti maka konsumen akan memilih harga yang terendah. Saya yakin jika pemerintah menyelesaikan AKAR PERSOALAN kenaikan harga kebutuhan pokok di Maluku, maka bukan tunjangan kemahalan yang harus diperjuangkan tetapi yang harus di perjuangkan adalah variabel-variabel yang menyebabkan tingkat kemahalan di Maluku. Kalau Pak Nono memperjuangkan bukan tunjangan kemahalan menurut saya tetapi peningkatan gaji pokok TNI/POLRI dan PNS disamping agenda-agenda pembangunan yang lain

MENGAPA HARUS IMPOR

Dengan pemebenahan AKAR PERSOALAN yang tadi saya kemukakan maka secara otomatis pemerintah daerah dapat melihat bahwa pasokan barang dari produksi di Maluku sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar Maluku dan darii sisi ini pertanyaan saya adalah MENGAPA HARUS IMPOR dan BUKAN EKSPOR. Pertanyaan ini juga sekaligus adalah satu tantangan yang harus di jawab pemerintah daerah. Dengan demikian maka importir di Maluku tidak dapat mempermaikan harga pasar yang menyebabkan kenaikan harga-harga barang yang di butuhkan masyarakat. Saya percaya bahwa importir bukanlah pelaku ekonomi yang mau merugi. Bertahun-tahun mereka sudah menjalankan usaha ini, sehingga sejak dini mereka sudah memprediksi kebutuhan dan gejolak pasar. Pada titik ini siapa yang tahu bahwa importir sudah melakukan pemasukan barang-barang kebutuhan pokok dari luar Maluku jauh sebelumnya.

Namun tindakan spekulasi ambil untung besar akan dilakukan sehingga terjadi penumpukan barang di gudang, padahal konsumsi masyarakat meningkat maka importir selaku spekulan akan menggelontorkan barang secara bertahap sehingga kenaikan harga dapat dipertahankan dan berimplikasi pada perolehan

Julius. R. Latumaerissa Lecturer at Universitas dr. Soetomo Surabaya (UNITOMO)

Julius. R. Latumaerissa
Lecturer at Universitas dr. Soetomo Surabaya (UNITOMO)

keuntungan/laba yang besar. Ini bukan rahasia umum lagi, tetapi ini adalah politik dagang, namun di sisi lain akan menyusahkan masyarakat. Pada titik ini pemerintah juga diminta untuk bertindak secara konsewkwen dan berpihak kepada rakyat dengan melakukan intervensi pasar serta pengawasan terhadap kegiatan impor kebutuhan barang pokok secara ketat. Jika ini dilakukan maka pemerintah dapat mengendalikan tindakan sepkulan importir. Sudah saatnya peemrintah mengambil sikap tegas dan konsisten untuk menyelamtkan masyarakat Maluku dari tingkat kemahalan kebutuhan bahan pokok. Hanya dengan sikap seperti itu masyarakat akan hidup semakin lebih baik dan kebih sejahtera.

SEMOGA BERMANFAAT

Hubungi Penulis melalui facebook resmi Ulis Paa Latumerissa

rental mobil ambon

iklan

Short URL: http://malukuonline.co.id/?p=6357

Posted by on Jun 1 2015. Filed under artikeL, ekonomi, Maluku. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
iklan300x50
iklan300x350 ----------------------------------- iklan300x350

Recently Commented