|

Pesona Band-Band Ambon Di Tribute To Adriand

Laporan Rudi Fofid – Ambon

MALUKU ONLINE, 24 Oktober 2015

Musisi-musisi muda Maluku mempertontonkan kepiawaian bermusik di Teater Terbuka Taman Budaya Maluku, Ambon, Jumat (23/10). Konser bertajuk Tribute To Adriand itu bagai festival band berkelas. Sebanyak 13 band tampil mempesona.

Dikoordinir musisi Millian Thenu, konser sengaja digelar sehari sebelum peringatan 40 hari berpulangnya gitaris handal Maluku Adriand Salakory. Para musisi mengurus sendiri segala kesiapan teknis. Walau tanpa sponsor, konser berlangsung apik.

Konser yang dipandu Tamara Latuihamallo dan Mark Ufie tersebut diawali dengan ajakan mengheningkan cipta dan pemutaran video kenangan dan testimoni tentang Adriand. Suasana penghormatan kepada sosok yang telah berpulang, langsung terbangun. Banyak kenangan mengalir di sini sebab video mempertontonkan kiprah Adrian dari masa ke masa.

Beberapa penggalan video menampilkan Adriand bermain gitar di ajang Road To Campus, Konser Gigi, Spekta, Monday Jazz, pengiring vokalis senior Zeth Lekatompessy, dan penggalan kenangan lainnya. Suasana menjadi haru ketika video menampilkan Adriand semasa bayi, remaja sampai menjadi musisi handal.

General Band dengan  vokalis  Wardi  menjadi band pembuka yang manis dengan lagu Harmoni dan Maha Dewi.   Suasana ini dilanjutkan oleh Band Satu Garis yang menyajikan So Far Away dan Don’t Look Back In Angel. Sedangkan Joung Prince Band membawakan Di Ujung Jalan, dan lagu garapan Adriand Salakory dkk di G-Crown Band yakni Maafkanlah.

Konser terus mendaki dengan hadirnya The One Band, dengan lagu Kisah Cintaku dan lagu Antara Ada Dan Tiada. Band ini menjadi istimewa sebab mereka ternyata binaan Adrian Salakory, dan hasilnya mereka menjuarai festival band yang diselenggarakan PAPPRI Maluku.

Kedekatan personal nan emosional antara band-band yang tampil di pentas ini juga dialami The Rivers Band. Mereka membawakan lagu berjudul Never Say Good Bye, sebagai apresiasi terhadap Adrian. Sedangkan Brilliant Band menyajikan lagu Kisah Yang Salah dan Sedetik. Grup Band Ikan Asar tampil energik dengan lagu All  Apologize dan Walk.

Maluku Rapp In Chain (MRC) menjadi selingan di antara band-band Ambon ini. Setelah Mark Ufie dan Revelino Berry dengan lagu rap Where’d You Go, enam rapper lainnya tampil keroyokan dengan Rhyme In Peace. Mereka adalah  Dave Talakua, Olnes Matulessy, Fillas Sinmiasa dan Edwin Titahalawa.

GP Band tampil dengan lagu Sahabat Terbaik dan Karena Cinta. Setelah itu, barulah G-Crown tampil dengan personil terbanyak yakni 11 musisi dan biduan. Mereka adalah personil Golden Crown yang didirikan Adriand dan kemudian bermetamorfosa menjadi G-Crown. Lagu Untuk Ayah Tercinta dipersembahkan secara apik dan mengharukan. Apalagi, wajah putri Adriand bernama Nada disorot close up dan ditampilkan pada layar di dua sisi panggung.

Vokalis Willy Sopacua bersama G-Crown kemudian mempesembahkan buah karya Adriand Salakory bertajuk Ini Aku. Willy lebih dulu membaca kutipan dari Pahlawan Nasional Sam Ratulangie, yang diteruskannya kepada Nada, puteri Adriand.

“Anakku, aku tidak mewariskan harta kekayaan kepadamu. Tapi percayalah, suatu saat nanti orang akan mengatakan, aku mengenal ayahmu,” ungkapnya.

Konser terus mempertahankan emosi dengan hadirnya Soft East Band. Tiga vokalis berbeda yakni Siera Latupeirissa dengan lagu Untuk Ayah Tercinta yang dibawakan secara medley dengan lagu Kisah Cintaku. David Rampisela memberi penguatan dengan lagu Esok Kan Masih Ada. Michael Pelupessy menutup penampilan Soft East dengan lagu You Are Not Alone.

Setelah Soft East, konser kemudian bergerak dengan kolaborasi-kolaborasi apik. Out Box Band dengan personil Rey Rehatta (drum), Bong (keybord), Carlo Labobar (gitar) dan Delon Imlabla (bass) mengiring vokalis Kevin Sihasale tampil dengan lagu Relakan.

Band 3G adalah sebuah perpaduan yang juga kuat dengan tiga gitar Carlo, Nico dan Uti. Dio Leiwakabessy sempat tampil dengan Little Wings, tapi kemudian dia turun panggung membiarkan trio gitaris berekspresi sampai di klimaks bersama Bong (keyboard), Miken (drum) dan Delon (bass). Dari posisi keyboard, Bong lantas melantunkan Let It Be dan Hey Jude secara bertenaga dan mempesona.

Kolaborasi terus berlanjut ke aliran music reggae. Nugie Wattimury dan Dalen Utra naik panggung menjadi sepasang vokalis yang membongkar kesyahduan. Riofaldo ikut main di keyboard. Dua lagu yakni Three Little Birds dan Knocking on Heaven Door membuat penonton berjingkrak di depan panggung.

Barry Papilaya dengan vocal melengking membuat suasana kembali syahdu, dengan lagu Terlalu Manis, diiringi Mario Marthen dkk. Konser  ditutup lagu hiphop See You Again oleh MRC. Seluruh band pendukung acara naik ke atas panggung. Konser ditutup setelah lewat jam 24.00. Semua band tampil mempesonakan sekaligus penuh hormat kepada Adriand. (Maluku Online)

rental mobil ambon

iklan

Short URL: http://malukuonline.co.id/?p=6522

Posted by on Oct 24 2015. Filed under artikeL, berita terbaru, budaya. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
iklan300x50
iklan300x350 ----------------------------------- iklan300x350

Recently Commented