|

FGD Blok Masela: Unpatti Pro Kilang Darat, IAIN Pro Kilang Apung

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Rektor Unpatty Thomas Pentury saat pembukaan FGD Blok Masela di Unpatti (foto istimewa)

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Rektor Unpatty Thomas Pentury saat pembukaan FGD Blok Masela di Unpatti (foto istimewa)

Laporan Petra Paulus – Ambon

MALUKU ONLINE, 25 Januari 2016

Sebagian besar akademisi Unpatti menyatakan mendukung pengelolaan Blok Marsela dengan system onshore yakni kilang di darat.  Sedangkan satu-satunya utusan dari IAIN Ambon M.  Asrul Pattimahu MA menyatakan menolak kilang darat dan memilih kilang terapung.   Selisih pendapat ini berlangsung dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Blok Marsela di Kampus Unpatti, Senin (25/1).

FGD Blok Marsela diselenggarakan atas kerja sama SKK-Migas dan Unpatti, dihadiri sejumlah akademisi antara lain Dr Abraham Tulalessy, Prof Dr Aholiab Watloly, Prof Dr G Ratumanan, Prof Dr Hermin Soeselisa, Prof Dr Dessy Norimarna, Prof Dr Bob Mosse, Prof Dr Thomy Pentury, Dr Ir Paul Usmany, Dr G. Pentury, Dr Yus Malle, Dr Max Tukan,  Ir. Daud Ilela Msi dan sekitar 30 lainnya.

Tulalessy dan Watloly tercatat paling keras menentang rencana kilang apung dan menuntut harus dilakukan  kilang di darat.  Sedangkan Daud Ilela menyatakan, bila melihat dari sisi engineering, maka dirinya akan berbeda pendapat dengan para akademisi lainnya dari Unpatti.

Diskusi sempat memanas,  ditandai dengan saling interupsi. Bahkan kehadiran Pattimahu sempat juga  dipersoalkan.  Namun Pattimahu kemudian menjelaskan dirinya diundang SKK-Migas karena IAIN memiliki Jurusan Pengembangan Masyarakat Pesisir, yang juga melakukan kajian-kajian ilmiah.

Pattimahu membantah pernyataan Tulalessy bahwa semua orang Maluku mendukung kilang darat.  Ia menyebutkan, ketika FGD di Unpatti sedang berlangsung,  pada saat yang bersamaan  di tempat berbeda, para aktivis lingkungan dalam Koalisi Masela sedang membuat konferensi pers yang intinya, menolak gagasan mendadak pembangunan kilang darat.  Sebaliknya koalisi meminta presiden menyetujui rencana kilang  apung yang sudah dirancang Inpex-Shell dan pemerintah Indonesia sejak 1989.

Dalam FGD ini, Pattimahu memaparkan makalahnya berjudul Proyek Dengan Risiko Lingkungan Terkecil.  Dalam makalah inilah, ia menyatakan adanya risiko besar jika kilang LNG nekat dibangun di darat.   Materi lain dipaparkan oleh SKK Migas berjudul Proyek Pengembangan Lapangan Abadi,  akademisi ITB berjudul Maritimme Benefit dan People Development, dan LPEM Unpatti bertajuk Multiplier Effect.

Di tengah diskusi yang panas, Rektor Unpatti Prof Dr Thomy Pentury kemudian menengahi.  Pentury mengajak para akademisi Unpatti agar berdiskusi menggunakan argumentasi ilmiah.   Apalagi, diskusi juga mengakui bahwa Unpatti tidak memiliki data pembanding tentang Blok Marsela, sehingga dirasa perlu melakukan riset lapangan.

“Kalau tidak ilmiah, apa bedanya kita di sini dengan masyarakat di luar sana,”  tegas Pentury.

(Maluku Online)

rental mobil ambon

iklan

Short URL: http://malukuonline.co.id/?p=6603

Posted by on Jan 25 2016. Filed under artikeL, berita terbaru. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Warning: file_get_contents(https://graph.facebook.com/comments/?ids=http://malukuonline.co.id/2016/01/fgd-blok-masela-unpatti-pro-kilang-darat-iain-pro-kilang-apung/): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 400 Bad Request in /home/virtualt/public_html/malukuonline.co.id/wp-content/plugins/facebook-like-and-comment/comments.php on line 17

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/virtualt/public_html/malukuonline.co.id/wp-content/plugins/facebook-like-and-comment/comments.php on line 19
iklan300x50
iklan300x350 ----------------------------------- iklan300x350

Recently Commented