|

Surat Untuk Fikri Tubaka

Catatan Rudi Fofid-Jakarta

 

Kepada Fikri Tubaka

Beta tulis catatan kecil ini dengan hati remuk-redam manakala membayangkan wajahmu yang sederhana, jujur dan ikhlas. Wajah itu berwarna apa sekarang? Pucat? Bening? Durja? O seribu rupa berganti dalam imaji.
Mata Beta basah membayangkanmu sebagai anak atau cucu kandung Beta. Di tengah sebuah pertemuan masyarakat seni di Kalibata yang berakhir hari ini, Beta biarkan saja beberapa kawan terheran-heran melihat Beta seka mata dengan kertas tissue.
O Fikri Tubaka. Beta belum pernah bakudapa denganmu. Akan tetapi nama Tubaka sudah Beta kenal 40 tahun lalu. Engku Anas Tubaka adalah guru sastra dan Bahasa Indonesia di Bacan, Halmahera Selatan.
Bahwa jika hari ini Beta menggemari dan berada di Jalan Sastra, salah satu orang yang punya pengaruh tentulah Engku Tubaka. Beta suka membaca puisinya yang mengguncang.
“Andaikan aku jadi burung
Ku kan terbang ke atas bubungan kepalamu
Dan kutuntut darimu”
Begitulah sepenggal bait puisi Engku Tubaka berjudul Kutuntut Darimu (1978).
Fikri, Beta tidak tuntut apa-apa. Beta mau lanjut kenangan, bahwa setelah 40 tahun berlalu, Beta masih bertemu Engku Tubaka di Hualoy nan elok. Kami berpelukan di Tanah Hualoy. Pelukan guru abadi dan murid abadi. Penuh cinta, Fikri. Kalau mau lihat dengan mata lain, ini adalah pelukan seorang Muslim dan seorang Kristen Katolik. Tak ada batas cinta.
Kau tau Fikri. Di Hualoy, Beta tidur di rumah KH Malik Tubaka, ini tokoh Muslim yang berwibawa. Ia dihormati bukan saja di kampung tapi juga di tingkat nasional. Salah satu putranya adalah seorang kawan berjuang yang alot. Doktor Abdul Manaf Tubaka, Dosen IAIN Ambon. Ia mewarisi kharisma sang ayah. Beta sebut ayah dan anak ini sungguh 100 persen Maluku dan 100 persen Muslim.
Fikri tercinta. Masih ada beberapa nama lain yang menyandang marga Tubaka, yang hidup dalam memori Beta. Beta ini biar sudah usia setengah abad, Beta masih suka pada aktivitas pecinta alam. Nah, di organisasi KPA Kanal Maluku, ada anggota bernama Aly Magdy Tubaka. Fisiknya kecil tapi mampu menaklukkan gunung tinggi. Dia penolong yang hebat. Kau tau Fikri. Aly dkk sanggup menyeberangi sungai Way Ela yang sedang meluap di Negeri Lima. Pengungsi di seberang sungai butuh makan. Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ternyata gugup dan gagap bencana sehingga tak bisa menyeberangi sungai. Aly kecil dkk sanggup melakukannya. Kau tau mengapa? Semua itu karena kemanusiaan. Semua itu karena cinta. Cinta lebih kuat dari pada maut. Beta menyaksikan semua itu dengan mata kepala sendiri. Beta sangat bangga pecinta alam Aly Tubaka, yang juga mencintai manusia dan kehidupan. Satu lagi, Aly kalau seduh kopi malam hari, kopinya nikmat. Kopi Salam yang kental untuk persaudaraan kami yang sangat kental.
Fikri di sana. Mohon tidak bosan membaca ini sebab masih ada Nurdin Tubaka dalam lingkaran hidup dan gelombang kenangan. Beta kerja sebagai jurnalis, pernah satu atap dengan Nurdin Tubaka. Dia seorang jurnalis hebat tapi rendah hati. Hari ini Beta menerima permintaan maaf dari Nurdin Tubaka, untuk semua yang kau tulis di akun Facebook. Air mata Beta meleleh. Sioh, alangkah malu dan rasa bersalah telah melanda orang-orang bermarga Tubaka.
Fikri tercinta. Dirimu mungkin heran, ini Rudi Fofid siapa, dari mana ke mana, tiba-tiba menulis catatan ini, lalu menyebut sejumlah tokoh bermarga Tubaka. Semoga dirimu tidak merasa diteror. Sungguh ini tak ada maksud sama sekali. Justru Beta yakin, dirimu juga sangat bangga dengan nama Tubaka. Buktinya, dirimu bukan bermarga Tubaka tapi lebih bangga menyandang marga Tubaka. Beta juga bangga sebab orang-orang yang Beta sebut di atas adalah sosok-sosok yang inspiratif. Mereka telah berjuang, berdoa dan bekerja untuk Maluku jaya, Maluku damai, Maluku hebat.
Fikri, Beta ada di Jakarta. Kalau ini adalah persoalan pribadi Beta dengan Fikri, detik ini juga Beta telepon polisi membebaskan dirimu. Sayang, ini menyangkut banyak orang dan hukum kita yang kau tahulah. Andai Beta kembali ke Ambon, pertama-tama yang akan Beta lakukan adalah menjengukmu di dalam tahanan, sebuah tempat yang tak pernah Beta rindukan.
Jangan cemas kalau bertemu Beta, seorang pria muka hitam rambut keriting. Beta tidak akan tanya-tanya seperti wawancara atau interogasi. Beta cuma mau bicara dari hati ke hati. Beta ingin peluk, gendong dan bawa pulang dirimu ke rumah zaman ya itu rumah masa muda. Masa muda adalah indah, bahkan lebih indah dari Surga Banda, tanah nenek moyang Beta dan pane, Fikri. Meskipun Beta tidak bisa pastikan, apakah Beta punya moyang Usman dan Umar masih ada hubungan famili dengan moyangmu di Banda, tapi Beta pastikan sebagaimana penelitian antropolog Amerika Peter Lape, moyang kita adalah sama, jadi tidak ada alasan untuk bertengkar, apalagi sampai baku cabut parang. Tidak dan takkan.
Fikri, kalau sampai Beta bertemu dirimu, Beta anggap dikau adalah apa saja yang Beta rasa pas di beta. Mungkin Beta punya kakak, adik, anak, atau cucu. Mana sajalah. Beta akan menyapa sebagai Fikri Tuang Hati Jantong. Beta akan berjuang melukis senyum tulus untukmu. Sesudah itu, Beta akan turun sujud meminta maaf di kakimu. Sebab meskipun kita bernafas pada hawa zaman yang sama, kau adalah anak zaman pada lapisan berbeda.
Kami adalah anak pelepah pinang, kau adalah anak sepatu roda. Kami adalah anak telegram, kau adalah anak internet. Kami adalah anak-anak buku biru kertas Letjes, kau adalah anak Facebook.
O Facebook. Kita bersua di Facebook. Beta tidak perlu salin-tempel tulisanmu di sini. Beta sudah baca dan Beta cuma tersenyum bersama penyair Dino Umahuk, si hantu laut. Beta baca dan Dino yang Muslim mendengarkannya. Beta bukan mati rasa atau mati iman saat membaca tulisanmu sehingga tidak timbul rasa marah. Beta malah membuang salah kepada diri sendiri.
Beta sudah baca banyak sekali olok-olok, cercaan, hinaan, fitnah, hoax seputar agama, kitab suci, nabi-nabi, hingga mashab. Semua itu dilakukan oleh orang-orang berdaya. Mereka usia dewasa, bahkan ada nenek-nenek juga. Mereka sekolah tinggi, dan punya gelar minimal sarjana. Ujaran kebencian telah dipertontonkan orang-orang dewasa di depan sejarah yang berlalu di depan matamu, dan tersimpan dalam memori oyakni sebagai kenangan. Jadi ketika kau menemukan momentum, kau pun langsung mengekspresikan emosi jiwamu ke Facebook.
Fikri, kaulah yang menulis dengan jemari tanganmu yang muda. Makanya kau ada di situ, jeruji besi. Tapi Beta percaya, kau dan semua anak yang menulis seperti dirimu hanyalah bergerak seturut arak-arakan yang ada. Orang dewasa bakumaki, saling melecehkan, saling merendahkan melalui banyak cara, di media sosial, corong orasi, dan sebagainya. Kau dan angkatanmu telah terkena radiasi kebencian, yang disebar orang dewasa.
Kalau hari ini Beta menjadi hakim tunggal yang memimpin sidang kasusmu, Beta akan menjatuhkan vonis bebas untukmu. Tapi Beta meminta orang tuamu merelakanmu pergi tinggal di Amahusu, di rumah Pendeta Jacky Manuputty. Tinggal saja di sana selama sebulan. Ini cukup adil menurutku, sebab dalam kasus yang lain, Beta juga jatuhkan vonis bebas kepada Ian Dirks. Tapi Beta juga minta orang tua Ian Dirks agar merelakanmu tinggal di Batumerah, di kawasan kebun cengkeh di rumah Ustad Abidin Wakano. Tinggal saja di sana.
Beta percaya, emosi jiwamu adalah sebuah kepalsuan yang tumbuh karena kau terlalu banyak makan ujaran kebencian. Sebab itu, setelah sebulan menghuni rumah damai di Amahusu dan Batumerah, Beta yakin penuh kalian akan menemukan kembali jatidiri sebagai anak Maluku sejati, yang memandang sesama Maluku sebagai saudara.
Ah, Fikri. Sekian dulu. Tolong sampaikan salam Beta kepada Ian Dirks. Apakah kalian ditahan di sel yang sama? Kalau sama, ayo bercerita lah tentang pengalaman menjadi penulis status Facebook. Kalau ditahan di sel berbeda, ayo minta pak polisi supaya satukan kalian di sel yang sama.
Salam padamu!
Jakarta, 19 Mei 2017
Jelang detik-detik kebangkitan nasional

(Maluku Online)

rental mobil ambon

iklan

Short URL: http://malukuonline.co.id/?p=6735

Posted by on May 19 2017. Filed under berita terbaru. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
iklan300x50
iklan300x350 ----------------------------------- iklan300x350

Recently Commented